Posted on Leave a comment

Sejarah Parfum Escada

Brand fesyen mewah asal Jerman, Escada, dikenal dalam bisnis parfum karena pendekatan warnanya yang berani dan khas, serta fokusnya yang sukses pada edisi terbatas musiman yang ceria dan bertema buah.

Awal Mula dan Identitas Merek
Didirikan pada tahun 1978 di Munich oleh pasangan Margaretha dan Wolfgang Ley, Escada (nama kuda pacu pemenang) dengan cepat membedakan dirinya dalam dunia fesyen dengan desain rajutan kelas atas, warna yang kaya, dan cetakan yang berani. Filosofi merek yang berakar pada feminitas yang percaya diri dan elegan, menjadi landasan bagi lini parfumnya di masa depan.

Parfum Pertama dan Kemitraan Lisensi
Lini parfum Escada diluncurkan pada tahun 1990 dengan wewangian khas pertamanya, Escada Margaretha Ley (juga dikenal sebagai Escada Escada atau Escada classic/original). Wewangian ambar bunga (floriental) ini, dikemas dalam botol berbentuk hati yang unik, dirancang oleh Margaretha Ley sendiri dan menangkap esensi sensual dan mewah dari merek tersebut.

Seperti banyak merek fesyen lainnya, Escada mengandalkan kemitraan lisensi untuk produksi dan distribusi parfum. Awalnya, divisi Escada Beauté mengelola lini ini, tetapi pada tahun 2002, Escada menjual aset kecantikannya dan melisensikan namanya kepada Wella. Kemudian, setelah P&G mengakuisisi bisnis wewangian Wella, lisensi tersebut berada di bawah Procter & Gamble hingga akhirnya beralih ke Coty pada tahun 2015.

Era Edisi Terbatas Musiman
Terobosan terbesar Escada dalam bisnis parfum datang dengan konsep inovatif edisi terbatas musim panas. Wewangian edisi terbatas musim panas pertama diluncurkan pada tahun 1993, dan karena kesuksesannya yang besar, merek ini memperkenalkan wewangian baru setiap tahun sejak saat itu. Wewangian ini biasanya bertema buah (fruity) dan dikemas dalam botol serta kemasan berwarna cerah yang membangkitkan suasana liburan dan musim panas. Beberapa contoh populer termasuk:

Escada Cherry in the Air (2013): Edisi terbatas musim panas yang populer dengan aroma ceri yang manis dan asam.

Escada Turquoise Summer (2015): Menampilkan aroma tutti frutti, stroberi, raspberry, dan kismis hitam.

Escada Candy Love (2021): Aroma manis dan ceria dengan sentuhan candy.

Konsep edisi terbatas ini menciptakan antisipasi tahunan di antara para penggemar parfum dan menjadi ciri khas merek Escada, membedakannya dari merek mewah lainnya yang cenderung berfokus pada pilar wewangian inti yang stabil.

Ringkasan
Melalui pendekatan yang berani, warna cerah, dan fokus yang cerdas pada edisi terbatas bertema buah, Escada telah mengukir ceruk yang sukses dan unik dalam pasar parfum global, dikelola melalui kemitraan lisensi strategis dengan raksasa industri seperti Coty.